Megawati Duduk Diapit Dua Sosok Peraih Nobel Saat Hadiri Forum Persaudaraan di UEA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri hadir dalam forum Majelis Persaudaraan Manusia di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (3/2/2026) sore waktu setempat.

Mengenakan pakaian bercorak batik dan selendang berwarna merah senada, Megawati berjalan masuk sambil menggandeng Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo yang juga kompak mengenakan batik.

Berjalan mengikuti di belakangnya, Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri Ahmad Basarah; Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi; dan Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha.

Baca juga: Apa Itu Zayed Award for Human Fraternity? Kehadiran Megawati & Perannya Menangkan NU & Muhammadiyah

Di lokasi, sejumlah tokoh dari berbagai negara turut hadir. Megawati duduk di kursi paling depan, diapit oleh Presiden Timor Leste Ramos Horta yang juga peraih nobel perdamaian tahun 1996 pada sisi kiri, sedangkan sisi kanan adalah Kailash Satyarthi, seorang aktivis HAM asal India sekaligus peraih Nobel Perdamaian tahun 2014.

Sekjen Zayed Award, Mohamed Abdelsalam sempat datang dan berbincang hangat dengan tokoh VIP, termasuk Megawati beserta rombongan seperti Prananda Prabowo, Basarah dan Zuhairi.

Di lokasi acara juga nampak perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, Ulil Abshar Abdala dan Hilman Latief mewakili kedua lembaga sebagai pemenang Zayed Award Tahun 2024 yang saat itu Megawati menjadi salah satu jurinya.

Majlis Persaudaraan Manusia merupakan salah satu pertemuan paling penting dalam kalender tahunan Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia (Zayed Award for Human Fraternity).

Forum ini menampilkan wawasan dari para pemimpin dan pakar global tentang tantangan global yang mendesak, kemajuan persaudaraan antar manusia di seluruh dunia, dan menciptakan jalan menuju perdamaian.

Dalam forum tersebut, Megawati akan menjadi pembicara utama bersanding dengan sejumlah pemimpin perempuan dunia, seperti Ibu Negara Libanon, Nehmat Aoun; Ibu Negara Pakistan, Aseefa Bhutto Zardari; Ibu Negara Kolombia, Veronica Alcocer Garcia; Kepala Administrasi Presiden Republik Uzbekistan, Saida Mirziyoyeva; dan Wakil Presiden Heydar Aliyev Foundation, Leyla Aliyeva. Mereka akan dimoderatori oleh Mina Al-Oraibi.

Sebelum pemateri berbicara, Menteri Negara UEA yang juga penasihat untuk Sheikha Fatima bint Mubarak, Ibu Suri UEA memberikan sambutan dan menjelaskan sejarah Zayed Award yang dibentuk oleh pendiri bangsa UEA Zayed Al Nahyan dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus.

Sekjen Zayed Award Mohamed Abdelsalam membacakan pesan Sheikh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb, ulama Islam terkemuka asal Mesir yang juga Imam Besar Al-Azhar, lalu Cardinal George Jacob Koovakad menyampaikan pesan dari Paus Leo, pemimpin Gereja Katolik saat ini.

Adapun pada 4 Februari 2026 akan digelar upacara Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia 2026.

Berdasarkan informasi dari panitia Zayed Award 2026, selain Megawati yang merupakan Dewan Juri Zayed Award 2024, daftar tamu yang akan hadir diantaranya: